Pangandaran - Tangkapan ikan di pantai Pangandaran saat ini sedang mengalami peningkatan drastis. Produksi ikan hasil laut Pangandaran dan sekitarnya dari bulan Januari sampai Agustus 2012 mencapai 1.034 ton dengan nilai Rp 20 miliar lebih.
Jenis ikan yang melimpah dari tangkapan nelayan Pangandaran diantaranya ikan layur, kembung, bawal putih dan udang dengan berbagai jenis seperti udang dogol, jerbung, krosok, lobster, barong dan lainnya.
Menurut pengakuan salah seorang nelayan asal Komplek Pasar Ikan Pangandaran Eli kondisi Laut Pangandaran saat ini memang sedang bersahabat dengan para nelayan.
"Sejak awal bulan ini saja hasil tangkapan ikan bawal sangat melimpah. Rata-rata, setiap hari nelayan bisa membawa pulang minimal Rp 2 juta. Bahkan yang beruntung bisa lebih," katanya.
“Saya sendiri tidak menduga, hasil tangkapan ikan bisa banyak seperti ini,bahkan minggu kemarin saya sendiri mengantongi uang hasil dari penjualan ikan mencapai Rp 8 juta, ” tuturnya.
Eli menyebutkan setiap harinya dia berangkat melaut mulai pukul 03.00 WIB dini hari, dan sekitar pukul 10.00 WIB g ikan hasil melautnya langsung dibawa ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Namun ketika ikan hasil tangkapan sedang melimpah juga ada kendala. Apabila tidak membawa boxs es untuk menyimpan ikan, maka banyak yang cacat atau luka sehingga harganya jatuh.
Saat ini, kata Eli harga ikan bawal per kilonya mencapai Rp160 ribu, sedangkan yang cacat dihargai Rp 30 ribu per kilo.
"Harga ikan Bawal putih saat ini memang sedang tinggi, kalau ikannya mulus semua kami juga bakal mengantongi uang lebih dari ini," cetusnya.
Hal serupa diakui nelayan lainnya, Nana menambahkan dalam seminggu terakhir dirinya bisa menyimpan uang sebesar Rp 10 juta dari hasil melaut.
”Lumayan sekarang tangkapan ikan sedang bagus sehingga kami bisa membiayai sekolah anak-anak kami, Namun, usaha sebagai nelayan tidak selamanya mendapatkan hasil seperti sekarang ini,” katanya.
Nelayan pangandaran juga sempat mengalami musim panceklik hingga beberapa bulan. “Ketika musim tersebut datang, untuk makan saja kami pernah menjual perhiasan milik istri dan uangnya untuk beli beras," tutupnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar