Ada sebagian petani yang berusaha menyelamatkan bibit padi yang akan mereka tanam keesokan hari, namunn mereka tidak bisa berbuat banyak dikarenakan arus air cukup deras. Areal persahawan yang terkena banjir sendiri cukup luas dan jumlahnya bisa mencapai puluhan hektar.
Selain persawahan Banjir Bandang juga memutus arus lalu lintas menuju Kecamatan Cigugur dan Kecamatan Parigi, hal ini diakibatkan aliran sungai yang terletak tidak begitu jauh dari jalan raya . Lokasi Banjir bandang sendiri terjadi di Dusun.Cijoho Desa Karangbenda Kec.Parigi, tepatnya di jalan raya Cigugur km. 01. Hingga pukul 19:00 WIB banjir tak kunjung reda dan debit air cenderung naik terus, ketiggian air di jembatan Cijalu pun sekitar 8,5 m dan nyaris menyentuh bagian atas Jembatam. Warga yang hendak menuju ke wilayah Parigi, Pangandaran maupun sebaliklnya terpaksa kembali lagi dan mencari jalan alternatif, walaupun memutar dan jaraknya cukup jauh.
Ada pula warga yang memaksa untuk melintas dan kendaraannya pun mati di tengah jalan, tinggi air di median jalan pun setinggi pinggang orang dewasa dan airnya cukup deras. Ada sebagian warga yang berinisiatif untuk membantu warga lain menyebrang dengan menggunakan roda yang biasa digunakan untuk mengangakut Pasir, dngan Tarif Rp.10.000 warga bisa menyebrang dengan aman.
Hingga berita ini di turunkan tidak ada korban jiwa yang jatuh, walaupun ada satu rumah yang nyaris tergerus arus air tapi penghuni rumah sudah berhasil di evakuasi, wilayah ini merupakan langganan banjir setiap musim penghujan, dikarenakan tidak adanya drainase yang baik , dan juga pengguyndulan hutan di hulu sungai.Kerugian yang diderita petani di wilayah Karangbenda dan sekitarnya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah

ikut prihatin
BalasHapus